Geopark Rinjani dan Ciletuh Raih Unesco Global Geopark

Posted Kedaipena, on 19 April 2018

Kabar gembira untuk Indonesia disampaikan dalam Sidang Executive Board Unesco ke-204 pada tanggal 17 April 2018 waktu setempat. Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Elvi Wijayanti mewakili Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang hadir sebagai bagian dari Delegasi Indonesia mengabarkan bahwa Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu dan Geopark Rinjani telah resmi mendapat peringkat Unesco Global Geopark (UGG).

Selain Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu dan Geopark Rinjani, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG.

“Syukur Alhamdulillah karena keberhasilan ini tentunya akan semakin meningkatkan pamor wisata alam kita dimata dunia. Saat ini berarti Indonesia memiliki 4 (empat) UGG yaitu Geopark Batur di Bali, Gunung Sewu di Jawa Tengah, Rinjani di Lombok NTB dan Ciletuh-Palabuhanratu di Jawa Barat,” kata Elvi melalui pesan singkat.

Predikat ini tentunya membawa geopark-geopark Indonesia layak menjadi destinasi wisata dunia. General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu Dana Budiman mengatakan potensi geopark sangat besar.

Keindahan alamnya lengkap. Lanskap, gunung, air terjun, sawah, ladang, berujung di muara sungai ke laut, harus cepat dikembangkan agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakat juga.

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu merupakan geopark yang tercepat prosesnya mendapatkan UGG di Indonesia. Proses penetapan hanya berjarak sekitar tiga tahun setelah menjadi geopark nasional. Geopark Ciletuh adalah kawasan yang terdiri atas gunung dan pantai di serta komposisi batuan purba.

Batuan itu muncul ke permukaan karena terendapkan dalam palung laut hasil penunjaman lempeng samudra di bawah lempeng benua pada Zaman Kapur, 50-65 juta tahun silam. Sementara perjalanan geopark Rinjani untuk mendapatkan UGG ditempuh melalui perjalanan lebih panjang.

Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, pantainya yang keren mempunyai ombak yang disukai para surfer. Pantai Cimaja yang berada di Kawasan geopark sering terpilih sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional.

Gunung Rinjani (3.726 m) merupakan gunung vulkanik tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.800 m) , dan merupakan salah satu dari tiga gunung api aktif di Nusa Tenggara Barat yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pulau Lombok.

Keanekaragaman hayati yang meliputi berbagai tipe vegetasi hutan, antara lain: vegetasi hutan savana, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan. Warisan Budaya yang terdapat di Kawasan Geopark Rinjani mencakup budaya masa kini yang dilakukan pada masa modern dan masa lalu yang dilakukan pada masa pra-sejarah.

Geopark dalam konsep pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan mulia yaitu merubah pola pikir (mindset) pemanfaatan sumber daya alam khususnya warisan geologi yang selama ini baru dimanfaatkan melalui kegiatan ekstraktif yang diubah menjadi upaya konservasi untuk meningkatkan perekonomian lokal maupun regional.

Konsep geopark adalah menyatukan perlindungan warisan geologi ke dalam strategi pengembangan sosiobudaya dan ekonomi yang harmonis dengan konservasi lingkungan alam. Sebuah kawasan dapat dikatakan geopark ketika mempunyai unsur atau nilai warisan geologi, keanekaragaman hayati dan warisan budaya.

Konsep geopark tersebut dirasakan sangat cocok untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang lestari dan berkelanjutan, terbukti dengan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara asia tenggara lainnya.

Hingga saat ini, Indonesia memiliki 4 kawasan UGG (Batur, Gunung Sewu, Rinjani dan Palabuhan-ratu) dan 7 (tujuh) kawasan Geopark Nasional (Merangin Jambi, Kaldera Toba, Pulau Belitong, Raja Ampat, Tambora, Maros-Pangkep dan Bojonegoro), serta setidaknya terdapat + 80 kawasan yang dapat dijadikan geopark nasional karena mempunyai potensi warisan geologi.

Berbagai program kegiatan tentunya harus terus dikembangkan untuk dua UGG baru ini, misalnya seperti promosi dan pengelolaan kawasan geopark secara serius dengan mengedepankan keberlanjutan. Selain itu, tantangan kedepanpun semakin besar.

Permasalahan pelestarian lingkungan khususnya masalah sampah harus teratasi. Keragaman geologi, hayati, dan budaya di kawasan geopark inipun harus dimanfaatkan dan diolah untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.


Adventure Never Dies

Pembukaan Avtech Store di Plaza Festival Jakarta

Pembukaan Avtech Store di Plaza Festival Jakarta

Pengunjung melihat perlengkapan outdoor pada pembukaan Avtech Store di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (2/2/2019). PT Indi Kusuma Anugrah Mandiri ...
Memasyarakatkan Produk Outdoor, Ini Gebrakan Kolaborasi Anak Negeri

Memasyarakatkan Produk Outdoor, Ini Gebrakan Kolaborasi Anak Negeri

Jakarta, 2 Februari 2019 ALAMISME.id Berlatar belakang dari ...
Yudhi Avtech: Bisnis Harus Ikuti Perubahan Perilaku Pasar

Yudhi Avtech: Bisnis Harus Ikuti Perubahan Perilaku Pasar

KedaiPena.Com – Owner produsen peralatan alam bebas Avtech, Yudhi Kurniawan mengatakan pentingnya memahami perubahan perilaku pasar dalam mengelola ...

Libur Lebaran Taman Nasional Komodo Dikunjungi 20 Ribu Wisatawan

Komodo | Foto: Istimewa KedaiPena.Com  Taman Nasional ...

Taman Safari Indonesia Kebanjiran Pengunjung, Satwanya Stres Gak Ya?

Taman Safari Indonesia Bogor | Foto: Dok KedaiPena.Com ...

Yuk Libur Lebaran ke Pulau Pahawang

Pulau Pahawang | Foto: Ricki Sismawan/KedaiPena.Com KedaiPena.Com  ...

Avtech Indonesia

RopeBag Ascend Pro 30 Sederhana dan fungsional


Forests cover of all land on Earth, they help us breathe, they clean up dirty air, they fight flooding lets we fight to protect our forest, stay alive and Happy International Forest Day! . . . #Adventuretechnology #Outdoorequipment #Outdoorgear ##Avtech #legendisback #Adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati
AVTECH X BOOGIE Boogie merupakan brand outdoor senior dengan spesialisasi yakni memproduksi alat-alat serta kebutuhan untuk kegiatan water sport. Boogie adalah brand yang juga seangkatan dengan Avtech, dan tentunya memiliki nama serta reputasi yang sangat baik, khususnya di telinga para sahabat yang sudah cukup lama menekuni kegiatan alam bebas. Bersama Boogie, di tahun ini Avtech berkolaborasi dan menciptakan beragam produk dengan series “RIVERLIFE”. Kolaborasi yang kami lakukan ini dapat dikatakan sebagai terobosan baru dan yang pertama dilakukan di kancah outdoor Indonesia. Mengapa RIVERLIFE? Ada apa dengan kehidupan sungai? Tidak bisa kita pungkiri, kegiatan alam bebas tidak hanya soal mendaki gunung dan menyusuri lereng menuju puncak saja. Namun, kegiatan alam bebas juga meliputi kegiatan di sungai yang juga tidak kalah menarik dari mendaki gunung. Maka dari itu, kali ini kami hadir dengan tujuan ingin mengangkat sungai sebagai salah satu objek yang juga sudah lama dinikmati oleh sejumlah sahabat penggiat alam bebas. AVTECH X BOOGIE ingin ikut hadir bersama sahabat dalam merekam dan mendokumentasikan kembali setiap kegiatan yang dilakukan di sana. Setiap keringat, semangat, dayungan, prestasi, dan pencapaian merupakan sesuatu yang sangat bergharga yang akan menjadi sebuah cerita baru dari penjelajahan arus dan jeram. Nantikan selalu setiap produk hasil kolaborasi AVTECH X BOOGIE yang penuh inovasi. Dan pastikan sahabat memiliki setiap produknya yang akan membawa sahabat menikmati setiap aktivitas outdoor. ⚫ #Avtech #AdventureTechnology #Outdoorequipment #Outdoorgear #legendisback #Adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati #Boogie #Riverlife
Selamat pagi, sahabat! Mulai harimu dengan sesuatu yang meringankan langkahmu. Seperti produk pertama hasil kolaborasi AVTECH X BOOGIE ini. Sebuah sandal gunung yang dirancang fit di kaki sahabat, dan tentunya sangat nyaman digunakan pada setiap aktivitas sahabat. Tunggu apa lagi? Yuk langsung cek @officialstore_avtech untuk info dan spesifikasi produk. Dan segera miliki produk ini. ⚫ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati #Boogie #Riverlife
Kampanye dan aksi untuk menyelamatkan planet Bumi dengan nama Earth Hour akan dilaksanakan kembali di tahun ini. Tepatnya pada hari ini, 30 Maret 2019. Biasanya aksi ini dilangsungkan selama satu jam, mulai dari pukul 20:30 sampai 21:30 waktu setempat, dan beberapa bangunan ikonik di seluruh dunia akan memadamkan lampunya demi mengikuti aksi ini. Aksi Earth Hour ini telah di gagas oleh WWF selama beberapa tahun. Dan di tahun ini bertajuk “#Connect2Earth”. Yang mana kampanye ini bertujuan untuk mengembalikan hubungan baik antara manusia dan alam. Jadi, mari kita selamatkan Bumi dengan mengikuti aksi ini nanti malam, guna menjaga harmonisasi kelestarian seisi alamnya. 🔺️ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati #WWF #earthhour2019
Mana yang lebih Sahabat gemari; mendaki gunung atau menyelam di laut? Atau malah dua-duanya Sahabat gemari? Kalau begitu, jangan lewatkan event tahunan Deep & Extreme Indonesia 2019 yang akan berlangsung pada 4-7 April 2019 di Hall B, Jakarta Convention Center. Dalam event ini, Sahabat akan dimanjakan dengan berbagai acara serta barang-barang kebutuhan yang selama ini dicari. Jangan lupa kunjungi dan belanja di booth Avtech yang terletak di zona Extreme Indonesia booth H14. Catat tanggalnya dan ajak semua teman serta kerabatmu ya, Sahabat. Sampai jumpa di sana! 🔺️ #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati @deepandextreme #DXI2019
Sahabat Avtech, disadari atau tidak, ada sedikit perbedaan cara menaruh/menyimpan dompet antara pria dan wanita. Jika wanita cenderung menaruh dompetnya di dalam tas atau hanya menentengnya saat bepergian, berbeda dengan pria. Kebanyakan dari Sahabat (khususnya para pria) seringkali menaruh dompet di saku celana bagian belakang. Mungkin karena spot itu yang paling strategis untuk mengambil atau menaruh dompet. Namun, tahukah kalian jika cara tersebut adalah cara yang keliru dan memiliki resiko. Mengapa? karena dengan menaruh dompet di saku belakang celana, dapat menyebabkan terganggunya saraf belakangmu. Kelainan saraf yang disebabkan karena kebiasaan menaruh dompet di saku belakang, dijuluki “hip-pocket syndrome” atau “wallet-neuropathy”. Gejala umum yang dirasakan biasanya adalah rasa nyeri dari panggul ke paha yang disebabkan oleh saraf terjepit (sciatica). Padahal, saraf panggul merupakan saraf terpanjang yang ada di tubuh, dimulai dari pinggul dan bawah tulang belakang ke bagian belakang kaki. Kondisi ini akan diperparah jika kamu duduk terlalu lama sementara bokongmu terganjal dompet di saku belakang. Nah, untuk menghindari risiko gangguan saraf pada tulang belakang, kamu bisa terapkan cara-cara ini: 1. Lakukan sedikit peregangan sebelum duduk. 2. Keluarkan dompet dari saku belakang sebelum duduk meskipun tidak tebal. 3. Letakkan dompet pada tempat alternatif lainnya seperti saku jaket atau di dalam waist bag. 4. Duduklah dengan nyaman di kursi atau sofa dengan permukaan yang datar sehingga tidak mengganggu saraf dan struktur tulang dan ototmu berfungsi dengan benar. 5. Jika sudah timbul keluhan sebaiknya segera konsultasikan dengan fisioterapis untuk memperbaiki postur tubuh agar tidak memperburuk keadaan. Mulai sekarang, mari kita lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan tubuhmu ya, Sahabat. Dan buat Sahabat yang wanita, coba sadarkan teman atau pacarmu untuk senantiasa berhati-berhati ya. 🔺 #Avtech #AdventureTechnology #outdoorequipment #outdoorgear #legendisback #adventureneverdies #Tuhanbersamapetualangsejati